7 Langkah Lengkap Cara Root Android Untuk Pemula

7 Langkah Lengkap Cara Root Android Untuk Pemula

Jika Anda ingin meningkatkan kinerja dan kapabilitas smartphone Anda, berikut adalah panduan lengkap cara root Android yang mudah dan aman bagi pemula.

Poin Kunci

  • Rooting adalah proses yang memungkinkan akses penuh ke sistem operasi Android.
  • Dengan root, Anda dapat menghapus aplikasi bawaan, menginstal aplikasi pihak ketiga, dan melakukan modifikasi lainnya.
  • Risiko root termasuk kehilangan garansi, rentan terhadap malware, dan kemungkinan kerusakan sistem atau hardware.
  • Ada berbagai metode root, seperti melalui PC atau menggunakan aplikasi rooting populer seperti KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot.
  • Setiap model smartphone dapat memiliki cara root yang berbeda, jadi penting untuk mencari informasi yang tepat.
  • Penting untuk selalu melakukan backup data sebelum melakukan proses root Android.

Apa itu Rooting Android?

Rooting adalah proses yang memungkinkan pengguna smartphone Android untuk mendapatkan akses penuh ke sistem operasi mereka. Dengan melakukan root, pengguna dapat menghapus aplikasi bawaan, menginstal aplikasi pihak ketiga, memodifikasi tampilan, dan melakukan banyak hal lainnya. Namun, ada risiko terkait dengan proses root, seperti kehilangan garansi, rentan terhadap malware, dan kerusakan sistem atau hardware.

Rooting memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengubah bagian sistem operasi yang sebelumnya tidak dapat diakses. Ini berarti pengguna dapat memodifikasi file sistem, menghapus bloatware, dan menginstal ROM kustom. Dengan memiliki akses penuh ke sistem operasi, pengguna dapat mengoptimalkan performa perangkat mereka dan menginstal aplikasi yang biasanya tidak diizinkan oleh sistem.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk melakukan root, termasuk melalui PC atau menggunakan aplikasi rooting seperti KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot. Setiap vendor smartphone memiliki cara yang berbeda untuk melakukan root, jadi penting untuk mencari informasi yang tepat tentang cara root untuk model spesifik smartphone Anda. Penting juga untuk selalu melakukan backup data sebelum melakukan root dan memperhatikan langkah-langkah yang diberikan oleh perangkat lunak rooting yang digunakan.

Rooting Android dapat memberikan pengalaman yang lebih kustom dan kontrol yang lebih besar atas perangkat Anda, tetapi juga harus dilakukan dengan hati-hati. Penting untuk mempertimbangkan risiko dan memahami konsekuensi dari keputusan untuk melakukan root. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat menggunakan rooting untuk meningkatkan pengalaman Android Anda dan mengoptimalkan perangkat Anda sesuai dengan kebutuhan Anda.

Risiko dan Keuntungan Rooting Android

Sebelum Anda melakukan rooting Android, penting untuk memahami risiko dan keuntungan yang terkait dengan proses ini. Rooting adalah proses yang memberikan akses penuh ke sistem operasi Android Anda, memungkinkan Anda untuk mengontrol dan memodifikasi berbagai aspek dari perangkat Anda. Namun, seperti halnya dengan segala sesuatu yang memberikan kebebasan, ada risiko yang perlu dipertimbangkan.

Risiko Rooting Android Keuntungan Rooting Android
  • Risiko kehilangan garansi perangkat.
  • Meningkatkan kemungkinan kerusakan pada sistem atau hardware.
  • Rentan terhadap serangan malware dan virus.
  • Proses rooting yang tidak tepat dapat menyebabkan brick pada perangkat.
  • Anda bisa menghapus aplikasi bawaan yang tidak diinginkan.
  • Menginstal aplikasi pihak ketiga yang tidak tersedia di Google Play Store.
  • Memodifikasi tampilan perangkat dengan menggunakan tema dan ikon kustom.
  • Meningkatkan kinerja perangkat dengan overclocking atau menghentikan proses tidak perlu.

“Dengan mengerti risiko dan keuntungan, Anda dapat membuat keputusan yang bijaksana tentang proses rooting Android.”

Meskipun ada risiko yang terkait dengan rooting Android, banyak pengguna yang merasa manfaat yang mereka dapatkan dari memiliki akses penuh ke sistem operasi jauh melebihi risikonya. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap perangkat dan model smartphone memiliki cara yang berbeda untuk melakukan rooting. Pastikan untuk melakukan penelitian yang tepat dan mengikuti panduan yang akurat sesuai dengan model smartphone Anda.

Langkah-langkah untuk Menghindari Risiko Rooting Android

Untuk menghindari risiko yang terkait dengan proses rooting, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

  1. Backup data penting Anda sebelum melakukan rooting.
  2. Gunakan perangkat lunak rooting yang terpercaya.
  3. Ikuti langkah-langkah yang diberikan oleh perangkat lunak rooting dengan seksama.
  4. Periksa dan tinjau ulang izin aplikasi yang meminta akses root.
  5. Jangan menghapus atau memodifikasi file sistem yang penting tanpa pengetahuan yang memadai.

Dengan memahami risiko dan keuntungan rooting Android, serta mengikuti langkah-langkah yang aman, Anda dapat dengan bijaksana menggunakan akses penuh ke sistem operasi perangkat Android Anda.

Metode Rooting Android

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk melakukan rooting Android, termasuk melalui PC atau menggunakan aplikasi rooting. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, jadi penting untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

1. Metode Rooting melalui PC

Metode ini melibatkan penggunaan komputer atau laptop untuk melakukan proses root pada perangkat Android. Langkah-langkahnya meliputi:

  1. Mengunduh dan menginstal perangkat lunak root seperti KingoRoot pada komputer Anda.
  2. Mengaktifkan mode pengembang pada perangkat Android Anda dengan masuk ke Pengaturan > Tentang telepon > Ketuk nomor build tujuh kali.
  3. Mengaktifkan opsi USB Debugging dengan masuk ke Pengaturan > Opsi pengembang > USB Debugging.
  4. Menghubungkan perangkat Android ke komputer menggunakan kabel USB.
  5. Membuka perangkat lunak root pada komputer dan mengikuti petunjuk yang diberikan untuk memulai proses rooting.

2. Metode Rooting menggunakan Aplikasi Rooting

Jika Anda tidak memiliki akses ke komputer atau merasa lebih nyaman menggunakan perangkat Android langsung, Anda dapat menggunakan aplikasi rooting untuk melakukan proses root. Beberapa aplikasi rooting populer termasuk KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengunduh dan menginstal aplikasi rooting yang dipilih dari Google Play Store atau situs web resmi.
  2. Mengaktifkan opsi “Instal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal” pada perangkat Android Anda dengan masuk ke Pengaturan > Keamanan.
  3. Membuka aplikasi rooting dan mengikuti petunjuk yang diberikan untuk memulai proses rooting.

Perlu diingat bahwa melakukan proses rooting memiliki risiko, seperti kehilangan garansi dan kerusakan perangkat. Sebelum melakukan root, selalu melakukan backup data penting Anda dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan proses tersebut. Selain itu, pastikan untuk mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh perangkat lunak rooting yang Anda gunakan.

Metode Rooting Kelebihan Kekurangan
Rooting melalui PC
  • Lebih stabil dan dapat diandalkan
  • Bisa mengakses fungsi root yang lebih kompleks
  • Memiliki dukungan komunitas yang lebih besar
  • Mengharuskan koneksi ke komputer
  • Membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih lanjut
Rooting menggunakan Aplikasi Rooting
  • Lebih mudah dan cepat dilakukan
  • Tidak membutuhkan komputer
  • Dapat diakses langsung melalui perangkat Android
  • Tidak semua aplikasi rooting dapat diandalkan
  • Dapat memiliki risiko keamanan
  • Tidak dapat mengakses fungsi root yang kompleks

Dengan mengetahui beberapa metode rooting Android, Anda dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Pastikan untuk mengikuti instruksi dengan hati-hati dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan proses rooting sebelum melanjutkan.

Langkah-langkah Rooting Android

Berikut adalah langkah-langkah rinci tentang cara melakukan rooting Android:

  1. Backup Data: Sebelum memulai proses rooting, sangat penting untuk membuat cadangan data Anda. Ini akan melindungi data penting Anda jika terjadi masalah selama proses rooting.
  2. Download dan Instal Aplikasi Rooting: Pilih aplikasi rooting yang sesuai dengan model smartphone Anda. Misalnya, jika Anda menggunakan KingRoot, unduh dan instal aplikasi tersebut dari situs resmi atau sumber tepercaya lainnya.
  3. Buka Aplikasi Rooting: Setelah aplikasi root terinstal, buka aplikasi tersebut di smartphone Anda.
  4. Inisialisasi Proses Rooting: Di dalam aplikasi rooting, Anda akan menemukan opsi untuk memulai proses rooting. Klik opsi tersebut untuk memulai proses rooting.
  5. Tunggu Proses Selesai: Proses rooting mungkin membutuhkan beberapa menit. Selama proses ini, pastikan agar smartphone Anda tetap terhubung ke jaringan Wi-Fi dan memiliki daya baterai yang cukup.
  6. Reboot Smartphone: Setelah proses rooting selesai, Anda akan diminta untuk me-reboot smartphone Anda. Ikuti petunjuk yang diberikan oleh aplikasi rooting untuk melakukan reboot.
  7. Verifikasi Root Access: Setelah smartphone Anda berhasil melakukan reboot, Anda dapat memverifikasi apakah proses rooting sukses. Anda dapat menggunakan aplikasi seperti Root Checker untuk memeriksa status akses root di smartphone Anda.

Sekarang, Anda telah berhasil melakukan rooting pada smartphone Android Anda. Namun, ingatlah bahwa proses rooting dapat membatalkan garansi smartphone Anda dan dapat meningkatkan risiko keamanan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk yang diberikan oleh aplikasi rooting yang Anda gunakan dengan hati-hati dan selalu berhati-hati ketika menginstal atau menghapus aplikasi pihak ketiga.

Nama Aplikasi Rating Fitur Utama
KingRoot ⭐⭐⭐⭐ Mendukung banyak model smartphone, tampilan yang user-friendly.
FramaRoot ⭐⭐⭐ Root tanpa PC, kompatibel dengan banyak model smartphone.
360 ROOT ⭐⭐⭐⭐ Tampilan yang menarik, cepat dan stabil.
iRoot ⭐⭐⭐ Proses rooting yang cepat dan mudah.

“Proses rooting memberikan kebebasan untuk memodifikasi smartphone sesuai dengan keinginan pengguna. Namun, berhati-hatilah saat melakukan rooting dan pastikan untuk melakukan backup data sebelumnya.”

Aplikasi Rooting Android yang Populer

Ada beberapa aplikasi rooting Android yang populer yang bisa digunakan untuk melakukan rooting, seperti KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot. Setiap aplikasi ini memiliki keunggulannya masing-masing dan dapat digunakan oleh pengguna yang ingin mendapatkan akses penuh ke sistem operasi Android mereka.

Tabel berikut ini memberikan gambaran singkat tentang masing-masing aplikasi dan fitur-fitur yang ditawarkannya:

Aplikasi Fitur Utama
KingRoot Mendukung banyak model dan merek smartphone, proses rooting cepat dan mudah, menyediakan modul Xposed untuk memodifikasi sistem
FramaRoot Root tanpa PC, antarmuka yang sederhana, dukungan untuk banyak versi Android
360 ROOT Mendukung banyak model dan merek smartphone, proses rooting cepat dan stabil, sistem keamanan untuk melindungi perangkat setelah di-root
iRoot Mendukung banyak model dan merek smartphone, root dengan satu kali klik, berbagai fitur tambahan seperti pembersihan cache dan mengoptimalkan performa

Memilih aplikasi rooting yang tepat penting agar proses rooting berjalan lancar dan aman. Namun, sebelum menggunakan aplikasi tersebut, penting untuk memahami risiko yang terkait dengan rooting dan mempertimbangkan apakah proses ini sesuai untuk kebutuhan Anda. Selain itu, pastikan untuk melakukan backup data secara teratur dan mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh aplikasi melakukan rooting yang Anda pilih untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan.

Cara Root Android Tanpa PC

Jika Anda tidak memiliki akses ke PC, Anda masih dapat melakukan rooting Android tanpa menggunakan PC. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara melakukan root pada perangkat Android tanpa PC. Namun, sebelum melanjutkan, penting untuk diingat bahwa melakukan root pada perangkat Anda dapat memiliki risiko, seperti kehilangan garansi dan potensi kerusakan perangkat. Pastikan Anda memahami risiko ini sebelum melanjutkan.

Salah satu metode yang bisa Anda gunakan untuk melakukan rooting tanpa PC adalah dengan menggunakan aplikasi rooting. Ada beberapa aplikasi populer yang dapat membantu Anda melakukan root dengan mudah, seperti KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot. Aplikasi-aplikasi ini dapat dengan cepat dan mudah melakukan rooting pada perangkat Android Anda tanpa memerlukan akses ke PC.

Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat Anda ikuti untuk melakukan rooting menggunakan aplikasi:

  1. Unduh dan instal aplikasi rooting yang sesuai dengan perangkat Anda.
  2. Buka aplikasi tersebut dan ikuti instruksi yang diberikan.
  3. Setelah proses rooting selesai, perangkat Anda akan reboot dan Anda akan memiliki akses penuh ke sistem operasi Android.

Selain menggunakan aplikasi, ada juga metode lain yang bisa Anda coba, seperti menggunakan perangkat lunak khusus yang dapat diunduh langsung ke perangkat Android Anda. Namun, pastikan Anda melakukan riset yang cukup sebelum mencoba metode ini dan pastikan untuk mengikuti petunjuk dengan hati-hati agar tidak merusak perangkat Anda.

Aplikasi Rooting Android Populer
KingRoot
FramaRoot
360 ROOT
iRoot

Sebagai catatan penting, sebelum melakukan proses rooting, sangat disarankan untuk melakukan backup data Anda. Ini akan membantu mencegah kehilangan data yang tidak diinginkan jika terjadi masalah selama proses rooting. Juga, pastikan untuk mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh aplikasi atau metode rooting yang Anda gunakan dengan teliti untuk meminimalkan risiko dan memastikan keberhasilan rooting perangkat Anda.

Pentingnya Backup Data Sebelum Rooting

Sebelum Anda melakukan rooting Android, sangat penting untuk melakukan backup data agar data Anda aman. Proses rooting dapat mengubah sistem operasi pada perangkat Anda, dan ada risiko kehilangan data yang tidak dapat diabaikan. Dengan melakukan backup, Anda dapat memastikan bahwa semua file penting, kontak, pesan, dan pengaturan Anda tersimpan dengan aman dan dapat dipulihkan jika terjadi masalah selama proses rooting.

Ada beberapa cara untuk melakukan backup data pada perangkat Android Anda. Salah satunya adalah menggunakan fitur backup bawaan yang disediakan oleh sistem operasi Android. Anda dapat mengakses fitur ini melalui pengaturan perangkat Anda. Fitur ini umumnya mencakup opsi untuk mencadangkan aplikasi, kontak, kalender, dan pengaturan sistem lainnya. Setelah Anda melakukan backup, data tersebut akan disimpan di akun Google Anda dan dapat dipulihkan dengan mudah setelah proses rooting selesai.

Selain menggunakan fitur backup bawaan, Anda juga dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk melakukan backup data. Ada banyak aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang dapat membantu Anda melakukan backup data dengan mudah dan cepat. Beberapa aplikasi tersebut bahkan menawarkan fitur yang lebih lengkap, seperti cadangan foto, video, dan file lainnya. Pastikan untuk memilih aplikasi yang terpercaya dan memiliki ulasan positif dari pengguna lain.

Keuntungan Backup Data Sebelum Rooting Risiko Tidak Melakukan Backup Data Sebelum Rooting
  • Memastikan keamanan data Anda
  • Dapat memulihkan data jika terjadi masalah
  • Menjaga file penting tetap aman
  • Kehilangan data penting
  • Tidak dapat memulihkan data yang hilang
  • Mengulangi proses pengaturan dan pengunduhan ulang aplikasi

Jadi, sebelum Anda melangkah untuk melakukan rooting Android, luangkan waktu sejenak untuk melakukan backup data. Tidak ada yang lebih buruk daripada kehilangan semua foto kenangan, kontak penting, atau data berharga lainnya hanya karena tidak melakukan backup. Dengan melakukan backup, Anda dapat merasa tenang dan yakin bahwa data Anda aman dan dapat dipulihkan jika terjadi masalah selama proses rooting.

Cara Root Android Berdasarkan Model Smartphone

Setiap vendor smartphone memiliki cara yang berbeda untuk melakukan rooting, jadi penting untuk mencari informasi yang tepat tentang cara rooting untuk model spesifik smartphone Anda. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat Anda ikuti untuk melakukan rooting pada beberapa model smartphone populer.

Samsung Galaxy S10

1. Aktifkan mode pengembang pada smartphone Anda. Buka Pengaturan, pilih Tentang Ponsel, dan ketuk nomor Build beberapa kali hingga Anda melihat pesan “Anda sekarang adalah pengembang!”

2. Kembali ke Pengaturan dan pilih Opsi Pengembang. Aktifkan opsi “OEM unlock” dan “USB debugging”.

3. Unduh perangkat lunak rooting yang sesuai dengan smartphone Anda, seperti Odin atau KingRoot.

4. Hubungkan smartphone Anda ke komputer melalui kabel USB.

5. Buka perangkat lunak rooting yang telah diunduh, dan ikuti instruksi yang diberikan untuk memulai proses rooting.

iPhone 11

1. Pastikan iPhone Anda menjalankan versi iOS yang kompatibel dengan perangkat lunak jailbreak yang ingin Anda gunakan. Periksa situs web resmi perangkat lunak jailbreak untuk mengetahui kompatibilitas.

2. Unduh perangkat lunak jailbreak yang sesuai dengan versi iOS smartphone Anda, seperti Checkra1n atau Unc0ver.

3. Hubungkan iPhone Anda ke komputer melalui kabel USB.

4. Matikan Find My iPhone dan Nonaktifkan Kunci Aktivasi pada iPhone Anda.

5. Buka perangkat lunak jailbreak yang telah diunduh, dan ikuti instruksi yang diberikan untuk memulai proses jailbreak.

Google Pixel 4a

1. Aktifkan mode pengembang pada smartphone Anda. Buka Pengaturan, pilih Tentang Telepon, dan ketuk nomor Build beberapa kali hingga Anda melihat pesan “Anda sekarang adalah pengembang!”

2. Kembali ke Pengaturan dan pilih Opsi Pengembang. Aktifkan opsi “OEM unlock” dan “USB debugging”.

3. Unduh perangkat lunak rooting yang sesuai dengan smartphone Anda, seperti Magisk atau SuperSU.

4. Hubungkan smartphone Anda ke komputer melalui kabel USB.

5. Buka perangkat lunak rooting yang telah diunduh, dan ikuti instruksi yang diberikan untuk memulai proses rooting.

Model Smartphone Perangkat Lunak Rooting
Samsung Galaxy S10 Odin, KingRoot
iPhone 11 Checkra1n, Unc0ver
Google Pixel 4a Magisk, SuperSU

Meskipun langkah-langkah di atas memberikan panduan umum untuk proses rooting pada beberapa model smartphone, penting untuk selalu mencari informasi yang tepat tentang cara rooting untuk model spesifik smartphone Anda. Perhatikan bahwa proses rooting dapat berpotensi menghilangkan garansi dan berisiko merusak sistem atau hardware smartphone Anda, jadi pastikan untuk memahami risiko yang terlibat sebelum melanjutkan.

Kesimpulan

Rooting adalah proses yang memungkinkan pengguna smartphone Android untuk mendapatkan akses penuh ke sistem operasi mereka. Dengan melakukan root, pengguna dapat menghapus aplikasi bawaan, menginstal aplikasi pihak ketiga, memodifikasi tampilan, dan melakukan banyak hal lainnya.

Namun, ada risiko terkait dengan proses root, seperti kehilangan garansi, rentan terhadap malware, dan kerusakan sistem atau hardware. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dengan baik sebelum melakukan rooting dan memahami risiko yang terkait.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk melakukan root, seperti melalui PC atau menggunakan aplikasi rooting seperti KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot. Namun, perlu diingat bahwa setiap vendor smartphone memiliki cara yang berbeda untuk melakukan root, jadi penting untuk mencari informasi yang tepat tentang cara root untuk model spesifik smartphone Anda.

Penting juga untuk selalu melakukan backup data sebelum melakukan root. Dengan begitu, Anda dapat memulihkan data yang hilang jika terjadi masalah selama proses rooting. Pastikan juga untuk mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh perangkat lunak rooting yang Anda gunakan, agar prosesnya berjalan dengan lancar dan aman.

Sebagai kesimpulan, dengan mengikuti panduan lengkap ini, Anda dapat dengan mudah dan aman melakukan rooting pada smartphone Android Anda. Namun, selalu ingat untuk melakukan proses ini dengan hati-hati dan memahami risiko yang terkait. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan pengalaman penggunaan Android Anda sesuai dengan keinginan Anda.

FAQ

Q: Apa itu rooting Android?

A: Rooting Android adalah proses yang memungkinkan pengguna smartphone Android untuk mendapatkan akses penuh ke sistem operasi mereka.

Q: Apa risiko dan keuntungan dari rooting Android?

A: Risiko dari rooting Android termasuk kehilangan garansi, rentan terhadap malware, dan kerusakan sistem atau hardware. Namun, keuntungannya meliputi kemampuan untuk menghapus aplikasi bawaan, menginstal aplikasi pihak ketiga, dan memodifikasi tampilan.

Q: Apa metode yang bisa digunakan untuk melakukan rooting Android?

A: Ada beberapa metode yang bisa digunakan, termasuk melalui PC atau menggunakan aplikasi rooting seperti KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot.

Q: Apa langkah-langkah untuk melakukan rooting Android?

A: Langkah-langkah untuk melakukan rooting Android bergantung pada metode yang digunakan. Namun, umumnya melibatkan mengunduh perangkat lunak rooting, menghubungkan smartphone ke PC, dan mengikuti petunjuk yang diberikan.

Q: Apa aplikasi rooting Android yang populer?

A: Beberapa aplikasi rooting Android yang populer adalah KingRoot, FramaRoot, 360 ROOT, dan iRoot.

Q: Bagaimana cara melakukan rooting Android tanpa PC?

A: Ada beberapa metode untuk melakukan rooting Android tanpa PC, seperti menggunakan aplikasi rooting khusus yang dapat diunduh langsung ke smartphone.

Q: Mengapa penting untuk melakukan backup data sebelum melakukan rooting?

A: Melakukan backup data sebelum melakukan rooting penting untuk menghindari kehilangan data yang tidak diinginkan dalam proses rooting.

Q: Bagaimana cara melakukan rooting Android berdasarkan model smartphone?

A: Setiap vendor smartphone memiliki cara yang berbeda untuk melakukan rooting. Penting untuk mencari informasi yang tepat tentang cara root untuk model spesifik smartphone Anda.

Q: Apa kesimpulan dari panduan lengkap cara root Android untuk pemula?

A: Panduan lengkap ini memberikan informasi tentang cara root Android yang aman dan mudah untuk pemula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like